Yuri: Penanganan Covid-19 di Indonesia Tak Bisa Dibandingkan Negara Lain

Felldy Aslya Utama
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto. (Foto: BNPB).

Indonesia merupakan negara kepulauan dan cakupan wilayah cukup luas. Faktor ini mempengaruhi adanya perbedaan dengan negara lain serta menjadi hambatan tersendiri.

“Karena kita melihat, Tanah Air terdiri atas banyak kepulauan, wilayah yang cukup luas, dengan kepadatan dan risiko mobilitas orang yang terkait dengan faktor pembawa penyakit cukup besar yang sangat berbeda,” ujarnya.

Karena itu, pemerintah juga mempelajari beberapa hal terkait dengan episentrum yang lain seperti Kota Surabaya, Makassar, dan Kalimantan Selatan. Dari sini akan dihitung kembali berapa tes yang sudah dilakukan per 1 juta penduduk.

“Ini menjadi faktor pengukur yang lebih objektif, kalau kemudian kita mau melihat kinerja secara keseluruhan, dari upaya kita bersama dalam menanggulangi Covid-19,” tutur dokter berlatar belakang militer ini.

Yuri pun kembali mengingatkan, kunci utama memutuskan rantai penularan penyakit ini yaitu dengan menjaga jarak, menggunakan masker, dan mencuci tangan. Menurut dia, cara-cara ini merupakan kebiasaan baru atau tatanan hidup baru yang harus dilakukan. Dengan cara ini setiap orang bisa mengendalikan penularan ke yang lain.

Selain itu, pemerintah juga tengah melaksanakan arahan dari Presiden untuk melaksanakan tracing secara agresif dari semua kasus positif. Dari hasil tracing itu kemudian dilakukan pemeriksaan secara masif.

“Agar kita bisa mendapatkan kasus yang harus kita isolasi, karena kalau tidak, maka upaya kita untuk membendung dan memutuskan rantai penularan ini akan semakin berat,” ujarnya.

Editor : Zen Teguh
Artikel Terkait
Internasional
12 jam lalu

Jepang Dilanda Kebakaran Hutan Dahsyat, Ribuan Orang Dievakuasi

Internasional
14 jam lalu

Rekor! Ikan Tuna Ini Terjual Rp55 Miliar dalam Lelang, Termahal di Dunia

Internasional
17 jam lalu

Kisah PM Jepang Takaichi Nyaris Kehabisan Makanan tapi Dilarang Belanja: Selesai Sudah!

Internasional
2 hari lalu

Gila Kerja, PM Jepang Sanae Takaichi Ngeluh Kurang Tidur

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal