Zainal Arifin: Film Dirty Vote Kedepankan Substansi Akademik, Bukan Sensasi

Binti Mufarida
Pakar Hukum Tata Negara Zainal Arifin Mochtar menegaskan film Dirty Vote mengedepankan substansi akademik, bukan sensasi. (Foto tangkapan layar).

“Bahwa apakah itu bisa mengganggu kebebasan berekspresi? Saya kira clear ya, apa yang kami sampaikan sebenarnya adalah semacam mengkompilasi,” kata Zainal.

Zainal mengatakan menjuluki Dirty Vote sebagai film kliping. Hal tersebut seperti menggunting koran untuk menjadi sebuah narasi lengkap.

“Saya kira mirip yang kita lakukan cuma kita kan dari bukan sekedar koran tapi media online dan juga apa fakta-fakta yang tertera,” pungkasnya. 

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
2 bulan lalu

Pemerintah Kirim 1.476 Akademisi ke 53 Kawasan Transmigrasi, Libatkan 10 Kampus

3 bulan lalu

Guru Besar UGM Usul Indonesia Tinggalkan Sistem Proporsional Terbuka

3 bulan lalu

Guru Besar UGM Usul Konsep Baru Ambang Batas Parlemen, Mirip Liga Champions

5 bulan lalu

Guru Besar UGM: Ambang Batas Parlemen yang Tinggi Rusak Sistem Pemilu Proporsional

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal