Zakat Potensial Kurangi Biaya Fiskal Pemerintah Hadapi Pandemi

Irfan Ma'ruf
Zakat memiliki potensi besar dalam mengurangi biaya fiskal pemerintah dalam menghadapi Covid-19, terutama untuk kebutuhan dasar masyarakat miskin. (Foto: BNPB).

Sekretaris Dirjen Bimas Islam Kemenag Fuad Nasar mengatakan, untuk meningkatkan literasi zakat dan wakaf, Kemenag menyasar lembaga pendidikan, yakni menyampaikan isu-isu zakat dan wakaf kekinian di sekolah-sekolah. Selain itu juga memanfaatkan para penyuluh agama sebagai agen sosialisasi ke tengah masyarakat.

“Secara prinsip zakat dan wakaf memang ajek sepanjang zaman, tapi bisa direkonstruksi agar kontekstual sepanjang tidak keluar dari asasnya,” ucapnya

Dia mengakui realisasi zakat dan wakaf nasional masih jauh dari potensi yang ada. Zakat, misalnya, hanya terkumpul sekitar Rp10 triliun per tahun, sedangkan wakaf uang hanya sekitar Rp250 miliar. Untuk meningkatkan realisasi potensi zakat dan wakaf, Kemenag juga memanfaatkan teknologi digital untuk memudahkan masyarakat menyalurkannya.

Editor : Zen Teguh
Artikel Terkait
Nasional
5 hari lalu

Tak Hanya Label, Kemenag Sebut Produk Halal Jadi Kunci Indonesia Kuasai Ekonomi Global

Nasional
5 hari lalu

Kemenag Sertifikasi 287.162 Bidang Tanah Wakaf, Aset Umat Kini Terlindungi Hukum

Nasional
21 hari lalu

Rekor! 3,5 Juta Pemudik Singgah di Masjid Selama Lebaran 2026, Naik 2 Kali Lipat

Health
29 hari lalu

Gejala Covid-19 Cicada yang Harus Diwaspadai, Demam hingga Sakit Tenggorokan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal