Teknologi tersebut dikembangkan untuk memangkas waktu pengisian baterai kendaraan listrik sehingga mendekati waktu yang dibutuhkan untuk mengisi bahan bakar kendaraan konvensional.
Vice President BYD Co Ltd sekaligus General Manager BYD Asia Pacific Auto Sales Division, Liu Xueliang, mengatakan peluncuran teknologi tersebut menjadi langkah penting dalam pengembangan kendaraan listrik di Indonesia.
"Hari ini menjadi hari istimewa bagi otomotif di Indonesia. Kami menghadirkan teknologi Blade Battery generasi kedua dengan teknologi Flash Charging di Indonesia," ujar Liu.
Sementara itu, Flash Charging Director BYD Asia Pacific Auto Sales Division, Richard Li, menjelaskan Blade Battery generasi kedua dikembangkan untuk meningkatkan kecepatan pengisian daya, kepadatan energi, serta ketahanan baterai terhadap degradasi.
"Blade Battery generasi kedua memiliki kepadatan energi lebih dari 5 persen dibandingkan generasi pertama. Peningkatan tersebut juga memungkinkan kendaraan listrik mencapai jarak tempuh lebih dari 1.000 kilometer berdasarkan pengujian standar CLTC di China," katanya.
Meski menawarkan waktu pengisian yang singkat, pemanfaatan teknologi Flash Charging di Indonesia akan bergantung pada pengembangan jaringan infrastruktur serta kompatibilitas kendaraan yang menggunakannya.