Penggunaan freon AC harus diperhatikan, karena kelebihan atau kekurangan tekanan freon bisa menimbulkan banyak masalah. (Foto: Ilustrasi/Istimewa)
Riyandy Aristyo

DEPOK, iNews.id - Freon merupakan komponen vital pada sistem pendingin ruangan atau AC (air conditioner) kendaraan. Sudah sepatutnya penggunaan freon diperhatikan, karena kelebihan atau kekurangan tekanan  freon bisa menimbulkan banyak masalah.

Pemilik bengkel mobil Beji Motor's, Pius Mali mengungkapkan, bila freon AC berkurang bisa menyebabkan saklar pada komponen AC tidak terhubung dengan relay magnetic clutch. Hal tersebut menyebabkan kompresor AC mati atau tidak berputar.

Lantas, apa yang terjadi bila tekanan freon AC berlebihan? "Pada saat kelebihan freon, pipa AC akan mengalami tekanan tinggi sehingga arus listrik ke bagian magnet clutch akan putus. Sedangkan pada saat tekanan pipa AC rendah, arus listrik akan mengalir dengan baik bagian ke magnet clutch," ujarnya, saat dihubungi iNews.id, Kamis (24/5/2018).

Pius melanjutkan, tekanan yang berlebihan dapat membuat suhu udara di dalam kabin mobil tidak dingin. Pemutaran suhu AC ke level tertinggi juga tidak berguna karena hasilnya nihil. Beban yang ditanggung  mesin justru akan bertambah, sehingga mobil akan terasa berat setiap kali AC dinyalakan.

"Kompresor pada AC mobil akan bekerja lebih keras memompa refrigerant pada sirkulasi kerja AC agar suhu di dalam kabin tetap sejuk. Tak hanya itu, kondensor juga akan lebih cepat panas karena kinerjanya semakin tinggi," katanya.

"Selain mesin jadi cepat panas, penggunaan bahan bakar juga semakin boros. Buruknya, mesin bisa mati mendadak sampai menyebabkan ledakan/terbakar," tambah Pius.



Editor : Dani M Dahwilani

BERITA TERKAIT