Sebab itu, mengganti busi sesuai interval perawatan yang direkomendasikan pabrikan tetap menjadi pilihan terbaik untuk menjaga performa mesin.
Busi Bekas Bisa Mengungkap Kerusakan Mesin
Meski busi bekas sebaiknya tidak langsung digunakan kembali, pemilik kendaraan perlu memeriksa kondisinya sebelum dibuang. Busi dapat memberikan petunjuk mengenai masalah yang lebih serius pada mesin, bahkan ketika kendaraan masih terasa normal saat dikendarai.
Endapan karbon hitam dan kering pada busi dapat menunjukkan campuran udara dan bahan bakar terlalu kaya, sistem pengapian lemah, atau penggunaan busi dengan rentang panas yang tidak sesuai.
Sementara itu, residu oli pada busi bisa menjadi indikasi ring piston, pemandu katup, atau seal batang katup mengalami keausan sehingga oli masuk ke ruang bakar. Kondisi tersebut juga dapat berkaitan dengan gangguan sistem Positive Crankcase Ventilation (PCV).
Busi yang basah oleh bahan bakar juga perlu diperhatikan. Kondisi ini bisa disebabkan injektor yang macet atau bocor maupun masalah sistem pengapian sehingga bahan bakar tidak terbakar sempurna.