"Tahun ini, kita sudah meluncurkan Immersion Cooling Fluid. Jadi, pusat data itu selama ini servernya didinginkan pakai AC dan itu menyerap energi listrik yang sangat besar. Jadi, teknologi terbaru, pusat data itu servernya dicelup ke dalam cairan, dan itu mengurangi jumlah energi AC yang digunakan," ujarnya.
"Kita harus melihat industri pergerakannya ke arah mana. Evolusi pergerakan produk adalah menjadi kunci bagi Shell untuk terus berkelanjutan ke depan," kata Arie.
Di sisi lain, dia mengungkapkan Shell Indonesia merupakan salah satu market dengan pertumbuhan terbesar dilihat secara global dari sisi baik dari sisi otomotif maupun mining. Sebab itu perusahaan membangun pabrik pelumas dan grease (gemuk) besar di Indonesia.
"Kita punya pabrik dengan kapasitas hampir 300 juta liter di kawasan Marunda, Jakarta Utara. Kita juga membangun pabrik manufaktur gemuk (Grease Manufacturing Plant/GMP) di Indonesia dengan kapasitas 12 juta liter per tahun," katanya.