Era Elektrifikasi, Shell Kembangkan Pendingin Baterai Kendaraan Listrik

Dani M Dahwilani
Shell mengungkapkan kendaraan listrik masih membutuhkan pelumas pada beberapa komponen serta pendingin baterai, cooling fluid. (Foto: Dok iNews.id)

"Tahun ini, kita sudah meluncurkan Immersion Cooling Fluid. Jadi, pusat data itu selama ini servernya didinginkan pakai AC dan itu menyerap energi listrik yang sangat besar. Jadi, teknologi terbaru, pusat data itu servernya dicelup ke dalam cairan, dan itu mengurangi jumlah energi AC yang digunakan," ujarnya.

"Kita harus melihat industri pergerakannya ke arah mana. Evolusi pergerakan produk adalah menjadi kunci bagi Shell untuk terus berkelanjutan ke depan," kata Arie.

Di sisi lain, dia mengungkapkan Shell Indonesia merupakan salah satu market dengan pertumbuhan terbesar dilihat secara global dari sisi baik dari sisi otomotif maupun mining. Sebab itu perusahaan membangun pabrik pelumas dan grease (gemuk) besar di Indonesia.

"Kita punya pabrik dengan kapasitas hampir 300 juta liter di kawasan Marunda, Jakarta Utara. Kita juga membangun pabrik manufaktur gemuk (Grease Manufacturing Plant/GMP) di Indonesia dengan kapasitas 12 juta liter per tahun," katanya.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
2 hari lalu

Penjualan EV Makin Ketat, Intip Deretan Mobil Listrik Terlaris di China Agustus 2026

4 hari lalu

Daftar Harga BBM Pertamina, Shell, BP, Vivo per September 2026, Ada yang Naik

11 hari lalu

Geely Kembangkan Pengisian Mobil Listrik Super Cepat, 10-80 Persen Hanya 5,5 Menit

14 hari lalu

Harga BBM Shell hingga Vivo 24 Agustus 2026, Ada yang Turun?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal