Data yang dikumpulkan robot akan dianalisis oleh AI, kemudian diterapkan kembali untuk meningkatkan kinerja dan efisiensi. Dengan siklus ini, robot tak hanya bekerja, tetapi juga berkembang secara berkelanjutan.
Hyundai juga memperkenalkan skema Robotics-as-a-Service (RaaS), di mana perusahaan bisa menggunakan robot melalui sistem berlangganan tanpa harus membeli unit secara langsung. Model ini mencakup perawatan rutin dan pembaruan perangkat lunak otomatis, serta telah digunakan oleh perusahaan global, seperti DHL, Nestle, dan Maersk.
Selain Atlas, Hyundai juga memamerkan berbagai inovasi lain di CES 2026, mulai dari robot anjing Spot & Stretch, platform robot MobED peraih penghargaan Best of Innovation, Ioniq 5 Robotaxi tanpa pengemudi, hingga eksoskeleton X-ble Shoulder untuk membantu pekerja mengangkat beban berat.
Lewat pameran ini, Hyundai menegaskan bahwa kolaborasi manusia dan robot bukan lagi sekadar konsep fiksi ilmiah, melainkan solusi nyata menuju masa depan industri yang lebih aman, efisien, dan produktif.
Untuk mewujudkan ambisinya, Hyundai menyiapkan investasi jumbo senilai 125,2 triliun won di Korea Selatan mulai 2026, serta tambahan 26 miliar dolar AS untuk pengembangan pusat manufaktur robotika di Amerika Serikat (AS).