Indonesia Akan Kembangkan Wireless Charging, Jalan Bisa Ngecas Mobil Listrik

Muhamad Fadli Ramadan
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah meneliti pembangunan wireless charging di jalan untuk mobil listrik. (Foto: Electric Vehicle News)

Aam mengatakan tingkat kecepatan mobil masih menjadi tantangan tersendiri terkait dengan pengisian wireless. Ini akan menentukan apakah baterai akan terisi atau tidak ketika melewati jalur wireless charging.

Kekhawatiran terbesar adalah pengendara mobil listrik bisa terpapar medan elektromagnetik yang bisa membahayakan kesehatan untuk jangka panjang.

Aam menjelaskan sistem keamanan dari wireless charging yang saat ini dikembangkan dipastikan tidak mengeluarkan radiasi besar. Setelah dilakukan pengujian, medan magnet berada di level masih sangat diterima manusia.

“Para periset dari wireless charging memang menaruh perhatian besar terhadap radiasi. Kami menerapkan metode pengamanan yang kami tanamkan pada sistem wireless charging. Jadi radiasi yang dikeluarkan masih diambang batas aman,” katanya.

Saat ini, lanjut dia, tantangan terbesar adalah lokasi yang bisa dipasangkan wireless charging khususnya di Jakarta. Sebagian besar wilayah rentan tergenang air jika terjadi hujan besar dan dapat menyebabkan risiko lebih besar.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Akselerasi Kendaraan Listrik, Ekosistem dan Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci

57 tahun lalu

Baru Ada 4.892 SPKLU di Indonesia, Pemerintah Terus Dorong Pembangunan Infrastruktur EV

57 tahun lalu

J5 Hybrid Belum Jadi Prioritas, Jaecoo Pilih Fokus Penuhi Pesanan Model EV

57 tahun lalu

Armada Kendaraan Listrik Grab Tembus 28.000 Unit, Target Tambah 3 Kali Lipat hingga Akhir Tahun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal