Pengusaha Ban Terdampak Pandemi Covid-19, PHK Jadi Pilihan Terakhir 

Michelle Natalia
Jika pandemi Covid-19 berlarut, Asosiasi Pengusaha Ban menyatakan, PHK karyawan menjadi pilihan terakhir yang diambil. (Foto: Dok/iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ban Indonesia Aziz Pane mengatakan pandemi Covid-19 menjadi cobaan berat bagi industri ban Indonesia. Kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berdampak pada berkurangnya mobilitas penggunaan ban.  

Pengetatan produksi terpaksa dilakukan. Jika ini berlarut, PHK karyawan menjadi pilihan terakhir yang diambil. 

"PHK adalah pilihan terakhir. Sekarang ini industri ban memproduksi sesuai order saja, efisiensi seketat-ketatnya dalam produksi karena jangan sampai barangnya numpuk di gudang dalam situasi serba terbatas ini," ujarnya dalam IDX Channel Market Review Live di Jakarta, Selasa(2/2/2021). 

Dia mencontohkan, jika per hari memproduksi 100 ban sementara demandnya hanya 60, maka sebanyak 40 ban akan percuma.  

"Kami berusaha mengurangi produktivitas dengan pemutaran karyawan. Di industri ban ada dua jenis karyawan, satu yang white collars atau kerja di kantor, dan blue collars yang kerja di pabrik. Pabrik itu akan marah kalau white collars WFH, karena WFH keharusan, maka mereka mengatakan mereka juga mau," katanya. 

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
Nasional
6 hari lalu

Viral Mobil Parkir Liar di Monas Dikempesi, Ini Penjelasan Dishub

Aksesoris
12 hari lalu

Utamakan Keselamatan saat Mudik Lebaran, Jangan Abai Cek Kondisi Ban Kendaraan

Aksesoris
1 bulan lalu

Jelang Mudik Lebaran, Periksa Kondisi Ban hingga Tekanan Angin

Aksesoris
2 bulan lalu

Intip Ban Mobil Listrik dan Hybrid di IIMS 2026

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal