Teknologi Asisten Suara Kendaraan, Google Paling Dipercaya dari Apple

Dani M Dahwilani
Berdasarkan survei BlackBerry, teknologi asisten suara yang paling dipercaya responden dalam kendaraan adalah Google. (Foto: NXupdate)

JAKARTA, iNews.id - Dalam survei yang dilakukan BlackBerry terkait teknologi kendaraan terhubung dengan internet (Internet-connected), sebagian besar responden menyatakan, rela membayar lebih bila kendaraan mereka menggunakan perangkat lunak dengan tingkat keselamatan dan keamanan tertinggi. Lalu, bagaimana dengan teknologi asisten suara pada kendaraan?

Berdasarkan survei BlackBerry, teknologi asisten suara yang paling dipercaya responden dalam kendaraan adalah Google. Tercatat, responden yang memilih Google 25 persen, kemudian Apple Siri 19 persen, Amazon Alexa 16 persen, Microsoft Cortana 5 persen, dan IBM Watson 3 persen.

Meski demikian, 32 persen responden yang kebanyakan berusia 54 tahun ke atas menyatakan, mereka tidak memercayai teknologi asisten suara manapun. Di sisi lain, dari responden generasi milenial, hanya 20 persen yang tidak memercayai teknologi asisten suara.

Baca: Survei: Konsumen Tak Percaya Internet-Connected Jaga Keamanan Data

Di sisi lain, menurut Kelley Blue Book, perkiraan rata-rata harga transaksi untuk kendaraan berukuran kecil di Amerika Serikat mencapai 35.742 dolar AS pada September 2018. Bila dikaitkan dengan survei BlackBerry, terdapat 23 persen responden bersedia mengeluarkan biaya tambahan hingga 5 persen (sebesar 1.700 dolar AS) jika mobil yang dibeli menggunakan perangkat lunak aman. Bahkan, 10 persen responden menyatakan bersedia membayar lebih hingga 20 persen (sekitar 7.000 dolar AS).

Meskipun pelanggan mengatakan mereka memperhatikan faktor keamanan dan menggunakannya untuk mengevaluasi produk sebelum memutuskan membeli, survei menemukan adanya ketidaksesuaian antara perhatian terhadap faktor keamanan dengan kebiasaan responden dalam menggunakan teknologi.

Misalnya, 23 persen responden menyatakan mereka tidak membatasi data yang dapat diakses perangkat ataupun aplikasi yang terhubung dengan internet, sedangkan 17 persen lainnya mengakui mereka tidak tahu bagaimana cara membatasi data tersebut.

Selain itu, lebih dari sepertiga responden (36 persen) mengakui mereka tidak mengetahui jenis sertifikasi keamanan apa yang seharusnya ada ketika membeli perangkat internet-connected. Kondisi yang lebih parah terjadi di Kanada dan Inggris, di mana 41 persen responden dari masing-masing negara mengakui mereka tidak tahu perihal jenis sertifikasi keamanan apa yang seharusnya ada untuk perangkat internet-connected.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
Nasional
15 hari lalu

Nadiem Heran Didakwa Perkaya Diri Rp809 Miliar: Tak Sepeser pun Uang Masuk Kantong Saya

Nasional
15 hari lalu

Jaksa Sebut Nadiem Tahu Chromebook Tak Bisa Digunakan Guru dan Siswa

Nasional
31 hari lalu

Komdigi Minta Google Hapus 8 Aplikasi Matel yang Sebar Data Debitur 

Bisnis
2 bulan lalu

Sergey Brin Jadi Orang Terkaya Ketiga di Dunia Berkat Lonjakan Saham Induk Google

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal