Penjurian dilakukan oleh 21 jurnalis dari berbagai media yang merupakan anggota Forwot. Di mana, mereka memiliki kompetensi serta jam terbang tinggi. Setiap juri memiliki 25 poin untuk memberi penilaian yang meliputi desain, kenyamanan, keamanan, nilai ekonomis, handling, performa, fungsional, keramahan lingkungan, pengalaman berkendara, dan harga yang tak kalah penting.
Foto: Wuling
Seperti tahun-tahun sebelumnya, penilain tersebut dilakukan secara online yang mengacu pada Car of The Year Commite atau www.caroftheyear.org. Proses penilaian tersebut digunakan untuk pemilihan mobil terbaik di Eropa, namun sudah disesuaikan dengan pasar Indonesia.
“Jumlah (36 mobil) tahun ini lebih banyak dibandingkan 2018 yang hanya 23 mobil baru, dan 2017 hanya 32 mobil. Ini menunjukkan Indonesia masih menjadi pasar potensial kendaraan roda-empat,” kata Indra.
Hadirnya dua brand asal China, seperti Wuling Motors dan DFSK yang meramaikan pasar otomotif di Tanah Air terus menjadi perhatian. Kedua merek tersebut tak sekadar menjajakan produk-produknya di pasar domestik, namun juga mengekspor.
Ketua Juri Forwot Car of The Year 2019 Jeffry Yanto Sudibyo menjelaskan, Wuling Almaz menjadi mobil bermerek asal Tiongkok pertama yang menjadi pemenang di Forwot Car of The Year. Selain itu, Wuling menjadi brand kedua non-Jepang yang menggondol gelar Mobil Terbaik versi FORWOT.