JAKARTA, iNews.id – Persaingan kendaraan elektrifikasi di Indonesia semakin ketat dengan banyak pabrikan, terutama asal China, meluncurkan model baru berbasis Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), Range Extended Electric Vehicle (REEV), hingga Battery Electric Vehicle (BEV) di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Meski demikian, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) tetap optimistis mampu bersaing berkat strategi multipathway dan jaringan dealer yang tersebar luas di seluruh Indonesia.
Marketing and Value Chain 4W Department Head PT SIS, Randy R Murdoko mengatakan, Suzuki terus memantau perkembangan persaingan di pasar otomotif. Namun, secara global perusahaan tetap berpegang pada strategi multipathway dengan menghadirkan berbagai pilihan teknologi sesuai kebutuhan konsumen.
"Oke, jadi kalau lihat persaingnya, tentu kita selalu memonitor begitu ya, kita selalu memonitor persaingnya, tapi sekali lagi, secara konsep yang ingin disampaikan atau yang dimiliki oleh Suzuki secara global kan multipathway," ujar Rendy saat berbincang dengan media di GIIAS 2026.
Dia menjelaskan, Suzuki tidak hanya mengembangkan kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE), tetapi juga hybrid hingga kendaraan listrik murni (BEV). Menurutnya, keputusan menghadirkan produk tertentu selalu didasarkan pada kebutuhan konsumen di lapangan.
"Kita mencoba menyediakan seluruh opsi powertrain. Kita punya internal combustion engine (ICE), kita punya hybrid, kita juga punya BEV, kita sekarang juga punya BEV. Tapi sekali lagi, yang pertama adalah kami pasti selalu melakukan evaluasi terhadap kebutuhan atau permintaan dari customer Suzuki di lapangan," katanya.