China Minta Insentif Mobil Listrik Dihapus Bertahap

Muhamad Fadli Ramadan
Asosiasi Produsen Mobil China (CAAM) mengusulkan insentif mobil listrik dihentikan secara bertahap.  (Foto: Dok)

Pada saat yang sama, Chen menyatakan risiko perang harga tetap ada, ketegangan geopolitik mengganggu stabilitas rantai pasokan, dan sektor ini terus menghadapi tekanan operasional signifikan.

Chen juga menyampaikan China harus terus memajukan kebijakan yang menstabilkan pertumbuhan ekonomi sekaligus memanfaatkan sepenuhnya potensi ekspansi pasar.

Seperti diketahui, selama beberapa tahun terakhir China telah menerapkan langkah-langkah stimulus untuk industri NEV. Ini termasuk subsidi pembelian dan insentif pengurangan pajak yang menjadi pendorong utama pertumbuhan pesat sektor ini.

Selain itu, para produsen kendaraan roda empat setrum asal China turut menghadapi tekanan berkelanjutkan pada profitabilitas industri. Ancaman perang harga hingga ketegangan geopolitik juga dinilai dapat mengganggu stabilitas rantai pasok.

Industri kendaraan listrik di China juga sedang menghadapi tekanan operasional signifikan. Pemerintah didesak untuk segera mengambil keputusan.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
57 tahun lalu

J5 Hybrid Belum Jadi Prioritas, Jaecoo Pilih Fokus Penuhi Pesanan Model EV

57 tahun lalu

Gaikindo Minta Insentif Tak Hanya untuk Mobil Listrik, Bensin dan Hybrid juga Diberikan

57 tahun lalu

Xpeng X9 Facelift dan G6 Pro AWD Meluncur di Indonesia, Benamkan Teknologi AI Terbaru

57 tahun lalu

Jaecoo Ungkap 20.000 Unit J5 EV Telah Dikirim ke Konsumen, Ternyata Ini Tipe Paling Diburu  

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal