Dinilai Ramah Lingkungan, Ada Limbah Lebih Berbahaya pada Mobil Listrik 

Tangguh Yudha
Ada komponen mobil listrik yang hingga kini masih menjadi pembahasan karena limbahnya sangat berbahaya. (Foto: Reuters)

Saat baterai nantinya didaur ulang sekalipun, masih berpotensi menghasilkan air limbah dan emisi. Sebab, baterai lithium terdiri dari casing, anoda, katoda, separator, elektrolit dan komponen beracun lainnya.

"Baterai lithium mengandung logam berat dan senyawa organik yang beracun. Pembuangan limbah baterai lithium yang tidak tepat dapat mengakibatkan risiko lingkungan memiliki efek buruk bagi kesehatan hewan dan manusia," katanya.

Dia menambahkan, potensi masalah lingkungan lain datang dari panel listrik kendaraan listrik pasca pemakaian. Ini pun berpotensi menjadi E-waste jika tidak dikelola dengan baik.

"Jangan sampai kita hanya fokus menurunkan emisi yang ada di perkotaan, tapi di sektor-sektor lain muncul masalah baru. Jadi ini harus dilihat secara keseluruhan, tidak hanya di bagian hilir, tapi hulunya perlu diperhatikan," ujar Ratna.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
23 jam lalu

Mobil Listrik Bekas Mulai Diburu, Harga dan Kondisi Baterai Jadi Pertimbangan?

3 hari lalu

Transfer Teknologi, Foton Serahkan Mobil Listrik untuk Dipelajari Mahasiswa Indonesia

3 hari lalu

Ini Mobil Listrik Termurah di Dunia, Dibanderol Rp16 Jutaan Sudah Ada Kamera Mundur

7 hari lalu

Sasar Segmen SUV, Changan Benamkan Teknologi Ini pada Mobil Listrik Deepal S07

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal