Dinilai Ramah Lingkungan, Ada Limbah Lebih Berbahaya pada Mobil Listrik 

Tangguh Yudha
Ada komponen mobil listrik yang hingga kini masih menjadi pembahasan karena limbahnya sangat berbahaya. (Foto: Reuters)

Saat baterai nantinya didaur ulang sekalipun, masih berpotensi menghasilkan air limbah dan emisi. Sebab, baterai lithium terdiri dari casing, anoda, katoda, separator, elektrolit dan komponen beracun lainnya.

"Baterai lithium mengandung logam berat dan senyawa organik yang beracun. Pembuangan limbah baterai lithium yang tidak tepat dapat mengakibatkan risiko lingkungan memiliki efek buruk bagi kesehatan hewan dan manusia," katanya.

Dia menambahkan, potensi masalah lingkungan lain datang dari panel listrik kendaraan listrik pasca pemakaian. Ini pun berpotensi menjadi E-waste jika tidak dikelola dengan baik.

"Jangan sampai kita hanya fokus menurunkan emisi yang ada di perkotaan, tapi di sektor-sektor lain muncul masalah baru. Jadi ini harus dilihat secara keseluruhan, tidak hanya di bagian hilir, tapi hulunya perlu diperhatikan," ujar Ratna.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
Mobil
3 hari lalu

10 Mobil Listrik Terlaris April 2026, Dominasi Brand China Tak Terbendung

Mobil
4 hari lalu

Gandeng Huawei dan JAC, Mobil Listrik Maserati Bakal Pakai Teknologi China

Motor
4 hari lalu

Jarak Tempuh Jadi Tantangan Sepeda Motor Listrik, Ini Langkah Yadea 

Mobil
7 hari lalu

Chery Siapkan City Car Listrik Murah Lawan Geely EX2 dan BinguoEV

Nasional
11 hari lalu

Purbaya Ungkap Subsidi Motor Listrik Rp5 Juta per Unit, Berlaku Mulai Juni 2026

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal