Ferrari Gandeng NASA Atasi Masalah Akselerasi pada Mobil Listrik Luce

Dani M Dahwilani
Ferrari menggandeng Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengatasi masalah akselerasi ekstrem pada mobil listrik pertamanya, Luce. (Foto: Ferrari)

JAKARTA, iNews.id Ferrari menggandeng Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengatasi masalah akselerasi ekstrem pada mobil listrik pertamanya, Luce. Langkah ini diambil karena akselerasi mobil listrik dinilai bisa terlalu agresif hingga berdampak pada kenyamanan pengemudi.

CEO Ferrari Benedetto Vigna mengatakan performa mobil listrik yang terlalu cepat justru dapat menimbulkan efek tidak nyaman. Dia menyebut, akselerasi yang berlebihan bisa “mengganggu otak” pengemudi.

“Kadang akselerasi mobil listrik terlalu linier dan terlalu banyak, karena bisa mengganggu otak kita,” kata Vigna dalam wawancara.

Untuk itu, Ferrari bekerja sama dengan NASA guna memahami batas toleransi manusia terhadap percepatan kendaraan. Kolaborasi ini bertujuan menemukan titik ideal antara performa tinggi dan kenyamanan berkendara.

Selain akselerasi longitudinal, Ferrari juga fokus pada sejumlah elemen lain yang membentuk sensasi berkendara. Di antaranya akselerasi lateral, sistem pengereman, perpindahan gigi, serta suara kendaraan.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
2 hari lalu

15 Mobil Terlaris di Indonesia Agustus 2026, Mobil Listrik Kembali Merajai

7 hari lalu

China Luncurkan 3 Mobil Listrik Baru Setiap Hari, CATL Peringatkan Masalah Baterai Massal

9 hari lalu

Penjualan EV Makin Ketat, Intip Deretan Mobil Listrik Terlaris di China Agustus 2026

10 hari lalu

NASA Ungkap Fakta Mengejutkan: Api Kebakaran Indonesia Menyala di Bawah Tanah dan Sulit Padam

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal