Hyundai berharap mendapatkan manfaat dari pemberlakuan tarif preferensial di pasar-pasar tersebut, yang berlaku untuk barang-barang yang berasal dari kawasan ini. Berdasarkan Ketentuan Asal Barang (Rules of Origin/ROO) dari perjanjian Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN (ASEAN Free Trade Area/AFTA), barang dengan setidaknya 40 persen konten lokal ASEAN dapat dikenai pembebasan tarif.
Hyundai, dengan pemasok mitra lokalnya, mengharapkan dapat menciptakan lebih dari 23.000 lapangan kerja baru, baik secara langsung maupun tidak langsung di pabrik Indonesia. Ini akan menjadikan mereka salah satu perusahaan otomotif terbesar di Kota Deltamas.
Di mana pabrik ini diperkirakan dapat memberikan kontribusi ekonomi lebih dari 20 miliar dolar AS atau sekitar Rp281,7 triliun selama satu dekade pertama sejak pabrik ini didirikan.