Insentif Mobil Hybrid Batal Terwujud, Ini Tanggapan Toyota

Dani M Dahwilani
Pemerintah batal memberikan insentif mobil hybrid, begini tanggapan Toyota.

"Kalau kita lihat penjualan dari mobil hybrid hampir dua kali penjualan BEV. Jadi sebenarnya product hub hybrid itu sudah berjalan dengan mekanisme yang ada sekarang," ujarnya.

Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo)  Jongkie Sugiarto memberi respons terhadap kebijakan itu dengan meminta setiap produsen harus berjuang sendiri dalam meningkatkan penjualan. Di sisi lain, insentif mobil hybrid diyakini bakal membuat penjualan mengalami peningkatan. "Ya, harus diterima dan para APM harus cari upaya lain utk dapat meningkatkan angka penjualan," katanya.

Pada kesempatan sebelumnya, Ketua Umum Gaikindo, Yohannes Nangoi mengakui penjualan mobil hybrid setiap tahun menunjukkan peningkatan sinifikan. Pada 2022, kendaraan HEV terjual 10.000 unit, dan pada 2023 meningkat menjadi 55.000 unit.

Sementara pada Januari-Juni 2024, Gaikindo mencatatkan penjualan mobil hybrid tembus 32.000 unit. Artinya, dalam enam bulan ke depan, kendaraan jenis ini memiliki potensi menyentuh penjualan hingga 70.000 unit.

"Kalau saya lihat, mungkin mobil hybrid di akhir tahun ini bisa (terjual) sekitar 65-70 ribu unit. Berarti ada peningkatan lagi," ujar di ICE BSD, Tangerang, belum lama ini.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
3 hari lalu

Mobil Hybrid Isi BBM Tak Sesuai Rekomendasi, Ini yang Akan Terjadi

11 hari lalu

Perkuat Pasar, Toyota Bocorkan Akan Luncurkan Mobil Baru di Akhir Tahun

12 hari lalu

Land Cruiser FJ Meluncur Akhir 2026, Konsumen Sudah Antre

16 hari lalu

Mengintip Toyota bZ4X Touring, Mobil Listrik Bisa Diajak Main Off-Road

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal