Kecelakaan Bus dan Truk Dipicu Human Error, Hino Tekankan Kompetensi Driver dan Perawatan Kendaraan

Dani M Dahwilani
Hino menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi pengemudi serta manajemen perawatan kendaraan untuk keselamatan transportasi. (Foto:

JAKARTA, iNews.id - Tingginya angka kecelakaan bus dan truk di Indonesia kembali menjadi perhatian serius berbagai pihak. Kondisi ini mendorong produsen kendaraan niaga PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi pengemudi serta manajemen perawatan kendaraan untuk keselamatan transportasi.

Isu keselamatan tersebut dibahas dalam diskusi panel “Membangun Moda Transportasi yang Aman dan Laik Jalan dengan Penyediaan Pengemudi Kompeten dan Manajemen Perawatan Kendaraan” dalam pameran Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo (Giicomvec) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (9/4/2026).

Diskusi ini menghadirkan pemangku kepentingan di sektor transportasi, mulai dari regulator, produsen kendaraan, hingga operator transportasi. Tujuannya mencari solusi konkret untuk menekan angka kecelakaan kendaraan niaga yang masih tinggi di Indonesia.

Senior Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Ahmad Wildan mengungkapkan sebagian besar kecelakaan kendaraan niaga sebenarnya bisa dicegah. Berdasarkan hasil investigasi KNKT, faktor manusia alias human error masih menjadi penyebab utama kecelakaan di jalan raya.

“Berdasarkan hasil investigasi KNKT, human factor masih menjadi penyebab utama kecelakaan. Selain itu, kondisi kendaraan dan sistem operasional juga berpengaruh. Sebab itu, peningkatan kompetensi driver serta manajemen perawatan kendaraan menjadi kunci penting dalam meningkatkan keselamatan transportasi,” ujar Ahmad Wildan.

Dia menjelaskan banyak kecelakaan bus dan truk terjadi akibat kesalahan yang seharusnya tidak terjadi. Kurangnya pemahaman pengemudi terhadap keselamatan berkendara serta minimnya perhatian terhadap kondisi kendaraan menjadi faktor yang kerap ditemukan dalam investigasi kecelakaan.

Kesalahan tersebut kerap muncul dalam bentuk kelalaian saat berkendara, pengoperasian kendaraan yang tidak sesuai standar, hingga pengabaian terhadap kondisi teknis kendaraan. Padahal kendaraan niaga memiliki risiko lebih besar karena membawa muatan berat atau penumpang dalam jumlah banyak.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
Mobil
9 jam lalu

Penjualan Tembus 900 Ribu Unit, Daihatsu Pamer 4 Model Gran Max di Giicomvec 2026

Mobil
13 jam lalu

Boyong Deretan Mobil Listrik, Foton Luncurkan Double Cabin e-Tunland di Giicomvec 2026

Mobil
21 jam lalu

Tambah Amunisi, Farizon Rilis Kendaraan Niaga Listrik Baru V8E Cargo Van di Giicomvec 2026

Nasional
23 jam lalu

Rekor Baru! Ekspor Kendaraan Indonesia Tembus 518 Ribu Unit ke 93 Negara

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal