Sistem pengereman kereta api juga cukup rumit. Untuk jenis yang dipakai saat ini adalah rem udara. Adapun cara kerjanya dengan mengompresi udara dan disimpan hingga proses pengereman terjadi.
Ketika masinis mengaktifkan sistem pengereman, udara akan didistribusikan melalui pipa kecil di sepanjang roda dan membuat friksi pada roda. Friksi tersebutlah yang akan membuat kereta berhenti.
Kendati kereta api saat ini dilengkapi rem darurat, namun hal tersebut tidak dapat secara langsung membuat rangkaian berhenti. Melainkan membuat tekanan udara dan energi lebih besar sehingga kereta dapat lebih cepat berhenti.
“Jadi, meski masinis melihat ada yang menerobos palang kereta biasanya akan tetap terlambat melakukan pengereman,” tulis KAI dalam unggahannya di Twitter.
Selain itu, ada juga beberapa faktor yang memengaruhi jarak pengereman seperti kecepatan, kemiringan, persentase gaya pengereman, jenis kereta api, jenis rem serta kondisi cuaca. Jadi jangan bayangkan kerea api bisa mengerem mendadak seperti angkot.