Kenapa Pengemudi SUV Besar Kerap Arogan? Begini Kata Psikolog

Muhamad Fadli Ramadan
Kasus pengemudi sport utility vehicle (SUV) bersikap arogan kembali terjadi dan menjadi perhatian publik. (Foto: Tangkapan Layar)

Hal tersebut menimbulkan gejolak dalam diri mereka untuk terus melakukan itu karena merasa dirinya memiliki kekuatan lebih besar dibandingkan pengendara lain. Ini yang diakui Meity akan berbahaya apabila dibiarkan.

“Bisa jadi sebab secara psikologis pengendara itu merasa memiliki kedudukan atau power, baik yang menggunakan mobil mewah, pelat instansi angkatan, pelat merah, atau yang sedang konvoi atau beriringan,” ucapnya.

Untuk itu, Meity memperingatkan untuk tetap menjaga emosi dan mengendalikan diri selama berkendara. Menurutnya, karakter seseorang juga dapat dilihat dari cara mereka mengemudi di jalan raya.

“Pengendara yang egois, arogan, pemarah, kurang sabar, dan tidak dapat mengontrol diri saat di jalan menandakan tergerusnya dagradasi moral. Padahal, dengan mengemudi seperti itu, bukan hanya mengancam jiwa sendiri, namun pengendara lain yang ada di jalan raya,” katanya.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
Megapolitan
14 hari lalu

Kronologi Kecelakaan Maut Fortuner Tabrak 4 Motor Tewaskan 2 Orang di PIK

Mobil
2 bulan lalu

Penjualan Jetour T2 Tembus 1.000 Unit, SPK Lampaui Target

Mobil
2 bulan lalu

Suzuki Tegaskan Fokus Garap SUV di IIMS 2026, Boyong XL7 hingga e-Vitara

Mobil
2 bulan lalu

Panaskan Pasar Indonesia, Lepas L8 PHEV Melantai di IIMS 2026

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal