Bagi peserta Royal Heritage, Ubud menjadi bukti bahwa warisan budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan sesuatu yang terus hidup dan diwariskan dari generasi ke generasi.
Menelusuri Sejarah Kerajaan Klungkung
Perjalanan dilanjutkan ke Klungkung, salah satu wilayah penting dalam sejarah kerajaan di Bali. Peserta mengeksplorasi jejak Kerajaan Klungkung, termasuk Kerta Gosa yang menjadi salah satu peninggalan penting kerajaan tersebut.
Kerta Gosa tidak hanya memiliki nilai arsitektur, tetapi juga menyimpan cerita mengenai pemerintahan dan peradilan pada masa lalu. Kawasan tersebut juga berkaitan dengan sejarah Puputan Klungkung 1908, salah satu peristiwa penting dalam perjalanan sejarah masyarakat Bali.
Ditutup Malam Katana di Kuta
Setelah sembilan hari perjalanan, rangkaian Royal Heritage ditutup dengan Malam Katana di Kuta. Momen tersebut menjadi penutup perjalanan panjang yang mempertemukan sejarah, budaya, alam, petualangan dan persaudaraan.
Ketua Touring MJI Ngurah Firnanda mengatakan Royal Heritage mengingatkan bahwa touring bukan sekadar menghitung jarak atau mengejar jumlah destinasi.
"Touring bukan sekadar menghitung jarak atau mengejar jumlah destinasi, namun lebih daripada itu, yakni tentang orang-orang yang berjalan bersama, pengalaman yang dibagikan, tantangan yang dilalui, serta kenangan yang tercipta sepanjang perjalanan," katanya, dalam keterangan pers Sabtu (22/8/2026).
Sepuluh hari perjalanan, dua pulau, beragam jejak sejarah dan ribuan cerita menjadi bagian dari Royal Heritage MJI. Perjalanan tersebut akhirnya tidak hanya menjadi perpindahan dari satu tempat ke tempat lain, tetapi juga menjadi upaya menemukan kembali hubungan antara manusia, kendaraan, alam, sejarah dan persaudaraan.