Dengan fokus kuat pada pengembangan riset dan rekayasa secara internal, Leapmotor mampu menawarkan nilai produk yang kompetitif. Hal ini dimungkinkan, karena perusahaan memproduksi secara mandiri lebih dari 60 persen komponen kendaraan yang digunakan.
"Produksi mobil ini semua dilakukan secara in-house, jadi ada kurang lebih tujuh komponen utama yang dikembangkan sendiri (oleh Leapmotor), seperti baterai hingga teknologinya baik software maupun hardware itu dikembankan sendiri, sehingga punya ciri khas dan keunikannya sendiri," kata Tan.
Soal harga, Tan mengatakan, Leapmotor yang akan masuk ke Indonesia akan ada di range harga Rp200 jutaan hingga Rp700 jutaan.
Rencananya, model-model Leapmotor akan diperkenalkan melalui jaringan retail dengan konsep Stellantis Brand House. Konsep ini menghadirkan berbagai merek di bawah naungan Stellantis dalam satu lokasi.
"Dengan begitu, dapat meningkatkan pengalaman pelanggan saat mengakses produk maupun layanan," tambah Tan.