“Kami ingin rekan-rekan media merasakan langsung bagaimana Hybrid EV bekerja di kondisi penggunaan sehari-hari, mulai dari lalu lintas perkotaan hingga perjalanan antarkota,” ujar Bansar.
Toyota Veloz Hybrid EV mengusung mesin bensin 1.5 liter dengan sistem Series-Parallel Hybrid. Mesin bensin menghasilkan tenaga 91 PS atau sekitar 89,7 Tk, sedangkan motor listrik memiliki tenaga 80 PS atau sekitar 78,9 Tk.
Secara keseluruhan, sistem hybrid Veloz Hybrid EV menghasilkan tenaga maksimal 111 PS atau sekitar 109,4 Tk. Sistem tersebut bekerja secara otomatis dengan mengatur penggunaan mesin bensin, motor listrik, dan baterai sesuai kondisi berkendara.
Energi yang dihasilkan saat kendaraan melakukan perlambatan juga dapat dimanfaatkan melalui sistem regenerative braking untuk mengisi kembali baterai. Teknologi tersebut menjadi salah satu bagian dari sistem yang mendukung efisiensi kendaraan.
Pada kecepatan rendah dan kondisi stop-and-go, motor listrik dapat digunakan untuk membantu menggerakkan kendaraan sehingga penggunaan mesin bensin dapat dikurangi. Saat membutuhkan tenaga lebih besar, seperti saat melaju di jalan antarkota atau kawasan perbukitan, mesin bensin dan motor listrik dapat bekerja secara bersamaan.