BEIJING, iNews.id - Mitsubishi membuat keputusan mengejutkan menghentikan aktivitas bisnis mereka di China. Pabrikan asal Jepang itu juga mem-PHK alias memberhentikan seluruh karyawan di China.
Dilansir dari Japan Times keputusan keluar dari China dilakukan Mitsubishi karena adanya transisi mobil konvensional ke mobil listrik yang sangat kuat di China. Ini membuat penjualan mobil Mitsubishi di negara yang dipimpin Xi Jinping itu terus menurun.
"Beberapa bulan belakangan ini, manajemen dan pemilik saham telah berusaha sebaik mungkin di China. Namun, kondisi pasar dan penjualan terus melemah," tulis memo yang dikeluarkan Mitsubishi China.
Diketahui, di China Mitsubishi melakukan kerja sama atau join venture dengan perusahaan lokal Guangzhou Automobile Group. Mereka memastikan hengkangnya Mitsubishi dari China.
Transisi mobil konvensional ke mobil listrik menjadi penyebab utama Mitsubishi keluar dari China. Sebab, sampai saat ini Mitsubishi hanya memiliki satu mobil listrik yang bisa ditawarkan ke konsumen di China, yakni Mitsubishi Airtrek.
Masalahnya penjualan Mitsubishi Airtrek sangat kecil. Tahun lalu mobil listrik berlogo Mitsubishi itu terjual hanya 500 unit. Tidak heran jika akhirnya Mitsubishi menyerah.
Padahal, saat ini China merupakan salah satu pasar mobil listrik dan pasar mobil konvensional terbesar di dunia. Hengkangnya Mitsubishi dari China juga jadi peringatan bagi merek-merek mobil Jepang yang masih beraktivitas di China, seperti Toyota, Honda, dan Nissan.