Perbedaan pandangan ini juga muncul di tengah kritik pemerintah AS terhadap hubungan Ford dengan perusahaan China. Menteri Transportasi AS Sean Duffy sebelumnya mengkritik kemitraan Ford dengan raksasa baterai China, CATL dan Geely.
Duffy menuding Ford mengaitkan masa depannya dengan perusahaan China yang didukung negara. Pada saat yang sama, Trump justru membuka peluang bagi perusahaan China untuk membangun fasilitas produksi mereka sendiri di AS.
Persaingan dengan produsen mobil China menjadi perhatian industri otomotif global. Merek-merek China dilaporkan telah menguasai sekitar 20 persen pasar mobil baru di Meksiko, sementara Kanada bersiap menerima sejumlah kendaraan buatan China dengan tarif yang lebih rendah.
Perusahaan konsultan AlixPartners memperkirakan merek otomotif China dapat menguasai sekitar 30 persen pasar otomotif global pada 2030.
CEO Ford Jim Farley juga secara terbuka mengakui tantangan dari produsen China. Dia bahkan menggunakan Xiaomi SU7 selama beberapa bulan untuk memahami lebih jauh teknologi dan produk kendaraan listrik asal China tersebut.