Mobil China Serbu Eropa, Bos Renault: Tak Perlu Dihambat

Wahyu Sibarani
Mobil-mobil China jadi peserta terbanyak di ajang IAA Mobility Munich 2023. (Foto: Europe Autonews)

"Jika dilihat dari keadaanya sekarang mobil-mobil non Eropa di Eropa itu hanya 25 persen. Tidak sampai 95 persen. Jadi kita tidak punya alasan melarang mereka yang ingin masuk dan ingin memberikan pilihan baru buat masyarakat Eropa," ujar Luca de Meo.

Dia justru melihat serbuan mobil-mobil China justru terjadi karena adanya dukungan yang kuat dari pemerintah China kepada mereka. Dari situ dia berharap agar Eropa juga melakukan hal yang sama pada mobil-mobil Eropa.

Luca de Meo juga berharap European Comission mau mendengar apa yang dibutuhkan oleh produsen mobil-mobil Eropa. Selain itu dia meminta agar kebijakan atau peraturan yang diterapkan tidak perlu harus menekan mereka dengan sangat kuat.

Salah satunya mengenai masalah dekarbonisasi. Dia mengatakan mobil listrik bukan satu-satunya solusi final untuk dekarbonisasi. Masih banyak cara lain yang bisa dilakukan dan tidak merugikan.

"Kebijakan yang ada saat ini justru melarang kami untuk melakukan strategi yang berbeda," ujarnya.

Editor : Ismet Humaedi
Artikel Terkait
Mobil
3 hari lalu

BYD Siapkan Sealion 06 EV Jarak Tempuh 710 Km, Apa Akan Diboyong ke Indonesia?

Mobil
4 hari lalu

Runtuhkan Dominasi Jepang, China Rajai Penjualan Mobil di Dunia pada 2025

Mobil
6 hari lalu

China Perketat Aturan Mobil Listrik mulai 2026, Tak Ikut Regulasi Insentif Dihapus

Mobil
10 hari lalu

Insentif Mobil Listrik Dihentikan Tahun Depan, Begini Sikap Gaikindo

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal