Mobil Listrik Ternyata Tak Boleh Sering Pakai Fast Charging, Ini Alasannya

Ismet Humaedi
di balik penggunaan fast charging juga ternyata mengundang risiko merugikan. (Foto: Forbes)

JAKARTA, iNews.id - Tren elektrifikasi kendaraan makin diterima dengan baik oleh masyarakat. Ini terbukti dari fasilitas umum untuk mengisi ulang daya baterai mobil listrik yang semakin banyak di beberapa tempat.

Tak hanya fasilitas charging mobil biasa, fasilitas charging mobil listrik dengan layanan fast charging juga jadi salah satu pilihan konsumen. 

Namun, di balik penggunaan fast charging juga ternyata mengundang risiko merugikan.

Bansar Maduma, general manager Lexus Indonesia, menjelaskan penggunaan fasilitas fast charging sebaiknya tidak sering digunakan. Dalam jangka waktu panjang, hal tersebut bisa mengakibatkan kerusakan pada baterai.

"Saya menyarankan jangan sering-sering menggunakan fast charging, karena banyak sekali weightage masuk ke baterai dalam waktu sangat singkat," kata Bansar di sela-sela acara Lexus Electrified Exclusive Media Gathering di Jakarta Convention Center (JCC) Hindari Penggunaan Fast Charging Mobil Listrik Terlalu Sering, Ini Sebabnya

Editor : Ismet Humaedi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kasus BMW Listrik yang Hancur Diamuk Massa di Jakbar Berakhir Damai

57 tahun lalu

2 Pabrik Komponen Otomotif di Indonesia Pindah ke Vietnam, Ribuan Karyawan Terancam PHK

57 tahun lalu

Komparasi BYD Atto 1, Geely EX2 dan Chery Q, Mana Paling Menarik serta Pas di Kantong?

57 tahun lalu

Viral Mobil BMW Listrik Hancur Diamuk Warga usai Tabrak Motor di Jakbar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal