Mobil Listrik Ternyata Tak Boleh Sering Pakai Fast Charging, Ini Alasannya

Ismet Humaedi
di balik penggunaan fast charging juga ternyata mengundang risiko merugikan. (Foto: Forbes)

JAKARTA, iNews.id - Tren elektrifikasi kendaraan makin diterima dengan baik oleh masyarakat. Ini terbukti dari fasilitas umum untuk mengisi ulang daya baterai mobil listrik yang semakin banyak di beberapa tempat.

Tak hanya fasilitas charging mobil biasa, fasilitas charging mobil listrik dengan layanan fast charging juga jadi salah satu pilihan konsumen. 

Namun, di balik penggunaan fast charging juga ternyata mengundang risiko merugikan.

Bansar Maduma, general manager Lexus Indonesia, menjelaskan penggunaan fasilitas fast charging sebaiknya tidak sering digunakan. Dalam jangka waktu panjang, hal tersebut bisa mengakibatkan kerusakan pada baterai.

"Saya menyarankan jangan sering-sering menggunakan fast charging, karena banyak sekali weightage masuk ke baterai dalam waktu sangat singkat," kata Bansar di sela-sela acara Lexus Electrified Exclusive Media Gathering di Jakarta Convention Center (JCC) Hindari Penggunaan Fast Charging Mobil Listrik Terlalu Sering, Ini Sebabnya

Editor : Ismet Humaedi
Artikel Terkait
7 hari lalu

Pemesanan Lebih dari 1.000 Unit, Changan Mulai Kirim Mobil Listrik Nevo Q05 ke Konsumen 

8 hari lalu

Mengintip Toyota bZ4X Touring, Mobil Listrik Bisa Diajak Main Off-Road

15 hari lalu

15 Mobil Terlaris di Indonesia Agustus 2026, Mobil Listrik Kembali Merajai

19 hari lalu

China Luncurkan 3 Mobil Listrik Baru Setiap Hari, CATL Peringatkan Masalah Baterai Massal

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal