“Di mana 7 seater seperti kendaraan kelas-kelas MPV itu kan kendaraan yang sangat memasyarakat di Indonesia dan itu ciri khas Indonesia. Mobil (7 seater) itu seperti kertas putih, pasarnya masih luas, bentuknya juga masih bervariasi,” ujar Frans.
Dikatakan Frans, Hyundai Ioniq 5 dan Ioniq 6 mendapat penerimaan yang cukup baik di pasar Indonesia. Oleh sebab itu, ia mengungkapkan Hyundai tak ragu untuk masuk ke segmen di bawah kedua model mobil listrik tersebut.
“Kita melihat peluang untuk segmen di bawah Ioniq 5 dan 6. Tapi kita juga punya kesempatan memenuhi kebutuhan lokal masyarakat Indonesia yang sangat familiar dengan 7-seater atau MPV, berarti kita juga akan masuk di segmen itu,” ujarnya.
Sebagai informasi, belum lama ini Hyundai pun diberitakan Carbuzz kedapatan tengah melakukan pengujian mobil listrik di Jerman. Mobil tersebut diduga masih satu platform dengan saudaranya, yakni Kia EV9 berjenis SUV. Sementara mobil listrik terbaru yang dimaksud Hyundai Indonesia adalah jenis MPV.