Penyesuaian identitas juga akan dilakukan pada ruang pamer atau dealer. Ini menyusul perubahan identitas merek secara global, meski sejumlah elemen produk tetap dipertahankan, termasuk logo.
"Yang menjadi dispute adalah di namanya, bukan di logonya. Kita masih tetap berjalan," kata Luther.
Terkait penggunaan nama pada kendaraan, dia menjelaskan, penyematan emblem merupakan bagian dari strategi produk. Sebab itu, tidak semua model harus mencantumkan nama merek secara lengkap pada bodi kendaraan.
Luther menambahkan, BYD Indonesia ingin tetap berfokus pada persaingan industri otomotif melalui pengembangan produk, peningkatan pelayanan konsumen, dan perluasan pasar. Perusahaan tidak ingin terlalu larut dalam persoalan sengketa yang tidak berkaitan langsung dengan persaingan bisnis sehari-hari.
"Meski menggunakan nama Danza di Indonesia, BYD tetap mempertahankan nama Denza untuk pasar global," ujar Luther.