Panik Diserbu Mobil Listrik Murah China? Senator AS Desak Larangan Total

Dani M Dahwilani
Senator Partai Republik, Bernie Moreno, mendorong larangan total terhadap produk otomotif China di Amerika Serikat (AS). (Foto: Dok)

Selain itu, perusahaan teknologi seperti Xiaomi juga mulai masuk ke industri otomotif dengan inovasi agresif. Kombinasi harga murah, teknologi canggih, dan produksi massal membuat mereka sulit disaingi.

Kondisi ini memicu kekhawatiran di AS pasar domestik bisa “diserbu” produk impor jika tidak ada pembatasan ketat.

Pemerintahan Joe Biden sebelumnya telah lebih dulu membatasi kendaraan China dengan alasan potensi pengumpulan data sensitif pengguna.
Namun, Moreno melangkah lebih jauh. Dia ingin melarang segala bentuk keterlibatan China, termasuk perangkat lunak dan kemitraan, yang dianggap bisa menjadi celah masuk.

Sejumlah pengamat menilai kebijakan ini sarat unsur proteksionisme. Larangan tersebut secara tidak langsung melindungi produsen mobil lokal dari tekanan harga dan inovasi dari China.

Proteksi atau Ketakutan Bersaing?

Di sisi lain, pendekatan ini memicu kritik dari China yang menilai AS tidak siap menghadapi persaingan terbuka. Mereka menyebut kebijakan tersebut sebagai upaya menciptakan hambatan perdagangan yang tidak adil.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
3 hari lalu

Wuling Pastikan Aira EV Meluncur di GIIAS 2026, Harga di Bawah Rp200 Juta? 

4 hari lalu

Bakal Panaskan GIIAS 2026, Ini Alasan Hyundai Boyong Ioniq 3

5 hari lalu

Hyundai Siapkan Kejutan Mobil Listrik Prototipe 7-Seater di GIIAS 2026

5 hari lalu

BAIC T1 Meluncur di Indonesia, Bidik 16 Persen Pasar Crossover EV

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal