Adapun kendaraan listrik berbasis hidrogen atau Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV) belum menunjukkan perkembangan signifikan di Indonesia. Sepanjang 2021 hingga 2023 belum tercatat penjualan, hanya muncul satu unit pada 2024, dan kembali nihil pada 2025.
Gaikindo juga mencatat, pada 2025 pemerintah memberikan insentif maksimal bagi kendaraan listrik murni atau BEV. Kebijakan ini dinilai menjadi salah satu faktor yang mendorong percepatan adopsi kendaraan listrik di Indonesia.
Meski saat ini penjualan kendaraan elektrifikasi masih didominasi ICE, perkembangan BEV dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan paling agresif. Kondisi ini mencerminkan arah transformasi industri otomotif nasional yang terus bergeser menuju elektrifikasi.