JAKARTA, iNews.id – Berkendara secara bijak menjadi kunci utama menjaga keselamatan selama perjalanan mudik Lebaran. Lonjakan jumlah kendaraan di jalan raya setiap tahun membuat pengemudi dituntut lebih disiplin, waspada, dan mampu mengelola kondisi fisik maupun kendaraan agar perjalanan tetap aman dan nyaman.
Kesadaran untuk berkendara secara bertanggung jawab sangat penting, terutama saat menghadapi arus mudik dengan jarak tempuh yang panjang dan kondisi lalu lintas yang padat. Pengemudi perlu memastikan tubuh dalam kondisi prima, beristirahat secara cukup, serta memahami karakter perjalanan yang akan dilalui agar risiko kecelakaan dapat diminimalkan.
Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, menjelaskan, jika melihat karakter perjalanan mudik di Indonesia, tantangan utamanya adalah volume kendaraan yang sangat besar dalam waktu bersamaan serta durasi perjalanan yang panjang.
"Banyak pemudik menempuh ratusan hingga ribuan kilometer tanpa jeda yang cukup, yang tentu meningkatkan risiko kelelahan. Ditambah lagi kondisi jalan yang sangat beragam, mulai dari tol hingga jalan pedesaan yang tidak selalu mulus," ujar Jusri, dalam press conference bersama Jetour di Jakarta, belum lama ini
"Sebab itu, persiapan yang matang dari sisi pengemudi maupun kendaraan menjadi sangat penting agar perjalanan tetap aman dan nyaman,” katanya.
Jusri menuturkan setiap tahunnya, lebih dari seratus juta masyarakat Indonesia melakukan perjalanan mudik. Tahun ini, diproyeksikan sekitar 85 persen masyarakat akan menggunakan transportasi darat sehingga kondisi lalu lintas diperkirakan menjadi jauh lebih padat dan kompleks.