Produsen Otomotif Minta Kepastian Insentif Mobil Listrik, Aturan Terlambat Penjualan Bisa Turun

Muhamad Fadli Ramadan
Kepastian kebijakan insentif mobil listrik sangat dibutuhkan produsen otomotif untuk menyusun strategi tahun depan. (Foto: Dok iNews.id)

"Jadi jangan seperti tahun ini yang baru terbit bulan Februari, nanti akan ada semacam kami sebutnya semacam polisi tidur untuk yang jualan mobil listrik," ujar Frans.

Soal kenaikan PPN menjadi 12 persen, Frans mengungkapkan hal tersebut masih bisa disiasati oleh produsen. Caranya dengan menahan kenaikan harga mobil baru demi menjaga volume pasar.

"Kami melihatnya masih bisa disiasati. Karena apa? Dari sisi produsen, ada kebijakan atau policy untuk tak menaikkan harga terlebih dahulu. Istilahnya meringankan untuk konsumen kita karena kita perlu jaga volume dan market," katanya.

Tapi, Frans mengakui akan ada kesulitan bagi produsen apabila PPN 12 persen berlaku tahun depan. Dia berharap pemerintah memberikan insentif tambahan pada industri otomotif agar tidak ada banyak pihak terbebani.

"Memang ini belum ketuk palu. Justru saya lebih mendorong pemerintah mengeluarkan insentif yang bisa meningkatkan volume (penjualan) dari industri secara keseluruhan," ujar Frans.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
1 hari lalu

Sasar Segmen SUV, Changan Benamkan Teknologi Ini pada Mobil Listrik Deepal S07

4 hari lalu

Desain BYD Seagull Terungkap, Dimensi Lebh Besar Jarak Tempuh Tembus 420 Km

9 hari lalu

Kembangkan Industri Otomotif, Hyundai dan Shell Pererat Kerja Sama

10 hari lalu

Pemesanan Lebih dari 1.000 Unit, Changan Mulai Kirim Mobil Listrik Nevo Q05 ke Konsumen 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal