JAKARTA, iNews.id - Maxindo Renault Indonesia (MRI) mengakui penjualan Renault Kwid yang diluncurkan pada akhir 2016, hingga kini masih lesu. Apa yang terjadi?
Chief Operation Officer (COO) MRI, Davy Tuilan mengatakan, redupnya penjualan Kwid bukan masalah merek Jepang atau non-Jepang. Kedua merek punya peluang yang sama di Indonesia.
"Lebih teknis sih, karena Kwid kemarin enggak ada varian matik. Padahal, kita tahu kalau di Jakarta orang lebih suka mobil matik daripada di luar kota yang masih bisa terima mobil manual," ujar Davy, saat dihubungi iNews.id, beberapa waktu lalu.
Dia menuturkan, MRI tetap memasarkan Kwid, namun akan dikembangkan sesuai dengan selera konsumen Indonesia. Artinya, MRI akan menghadirkan Kwid generasi terbaru meski belum diketahui perubahan apa yang akan dilakukan, minor atau major.
"Yang pasti, Renault Kwid yang nanti dimasukkan ke Indonesia betul-betul dari Maxindo, dan akan ada improvement. Minor apa Major? Ya, nanti ditunggu saja," ujar Davy.