Sebagai antisipasi, Agus memberikan tips delapan hal penting harus diperhatikan pemilik kendaraan saat mobil terendam banjir agar tidak rusak parah. Berikut ulasannya:
1. Lepas Kabel Negatif Aki
Langkah pertama dan yang paling penting adalah mengamankan kelistrikan pada mobil dengan cara melepas kabel negatif aki. Sifat air yang dapat menghantarkan listrik dapat menyebabkan arus pendek atau korsleting yang berpotensi menyebabkan kerusakan pada lampu hingga perangkat elektronik lain.
2. Jangan Menyalakan Mesin
Mobil yang terendam banjir atau setelah terendam banjir sangat tidak dianjurkan untuk menyalakan mesin. Ini dikhawatirkan terjadi water hammer karena air yang tersedot melalui filter udara dan masuk ke ruang pembakaran.
3. Gunakan Batu untuk Mengganjal Mobil
Mobil yang terendam banjir bukan hanya akan bermasalah pada sistem kelistrikan dan mesin, tapi juga menyerang kampas rem. Ketika banjir, air akan membuat kampas rem memuai sehingga melekat pada cakram rem.
Ini biasa terjadi pada sistem pengereman tromol, meski rem cakram juga memiliki potensi yang sama. Untuk itu, jika mobil terendam banjir disarankan tidak menggunakan rem tangan, gunakan batu untuk mengganjal mobil.
4. Cek Kondisi Oli dan Bahan Bakar
Memeriksa oli dan bahan bakar setelah mobil terendam banjir merupakan cara yang sangat penting untuk dilakukan. Bahkan, disarankan mengganti oli dan menguras bahan bakar untuk menghindari masalah lain.
5. Periksa Bagian Interior
Bukan hanya mesin yang diperiksa saat mobil terendam banjir, bagian interior dan pirantinya juga perlu diperiksa. Pemeriksaan harus dilakukan pada karpet, kursi, pintu, kendali, dan bagian lainnya.
Mobil yang terendam banjir perlu diperiksa secara menyeluruh untuk menghindari adanya kerusakan yang tidak terdeteksi hanya dengan melihatnya. Ini juga untuk memastikan tidak ada jamur yang berkembang dan menyebabkan karatan.