Di sisi lain, pendekatan berbeda dikembangkan oleh Nio bersama CATL melalui jaringan pertukaran baterai. Sistem ini memungkinkan pengguna menukar baterai kosong dengan baterai penuh di stasiun khusus tanpa perlu menunggu proses pengisian.
Proses pertukaran tersebut rata-rata memakan waktu sekitar 3 menit. Laporan CarNewsChina menyebutkan kendaraan Nio bahkan mencatat rekor baru dalam uji coba pertukaran baterai. Dalam pengujian tersebut, sistem mampu menyelesaikan empat hari operasi berturut-turut dengan waktu rata-rata kurang dari 0,5 detik per proses pertukaran dalam skenario uji otomatis.
Pencapaian tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dalam otomatisasi serta efisiensi teknologi pertukaran baterai.
Salah satu keunggulan sistem ini adalah pemisahan kepemilikan baterai dari kendaraan. Pengguna dapat membeli mobil tanpa baterai dan berlangganan baterai melalui model Battery-as-a-Service.
Skema ini menciptakan pendapatan berulang melalui biaya sewa baterai. Namun, pembangunan jaringan pertukaran baterai membutuhkan investasi yang jauh lebih besar. Setiap stasiun harus menyimpan puluhan hingga ratusan unit baterai, yang masing-masing memiliki nilai hingga puluhan ribu yuan.
Baterai tersebut menjadi aset yang harus dikelola secara berkelanjutan, termasuk pemeliharaan dan rotasi penggunaan.
Kendala investasi itu terlihat dari kecepatan ekspansi jaringan Nio. Perusahaan membutuhkan waktu sekitar empat tahun untuk mencapai 1.000 stasiun pertukaran baterai.
Meski begitu, efek jaringan tetap menjadi keunggulan utama sistem ini. Semakin banyak stasiun yang tersedia, semakin tinggi pula minat pengguna dan produsen mobil lain untuk bergabung.