"Kami terus berupaya menghadirkan beragam program guna mendukung pertumbuhan industri otomotif yang saat ini tengah menurun. Selain itu, dengan kemudahan dan fasilitas keuangan dalam pengajuan kredit mobil secara online diharapkan semakin meningkatkan minat masyarakat Indonesia,” ujar Chief Executive Officer SEVA, Handoko Liem dalam keterangan persnya dilansir Jumat (27/12/2024).
Product Division Head SEVA, David Thamrin mengatakan, kendala finansial seringkali menjadi hambatan bagi seseorang membeli mobil baru. Mulai dari uang muka yang besar, proses yang ribet, hingga cicilan yang mahal.
”Sebagai platform digital yang menjadi jembatan bagi masyarakat untuk membeli mobil kami berkomitmen menghadirkan kemudahan dan beragam program menguntungkan bagi konsumen. Salah satunya melalui Sevaganza,” kata David.
Dia mengungkapkan SEVA menghadirkan berbagai macam tipe dan jenis mobil dari berbagai brand. Di mana mereka bersaing menghadirkan berbagai fitur dan teknologi yang menarik, antara lain Toyota, Daihatsu, Isuzu, hingga BMW,
Di sisi lain, Gaikindo yakin penjualan mobil di Indonesia pada 2025 kembali mencapai angka 1 juta unit, seperti pada 2022. Keyakinan itu berlandaskan beberapa faktor, dari tren penjualan mobil yang semakin meningkat di luar Jawa-Bali, hingga stabilitas politik nasional.
“Mengenai target satu juta unit. Ya, kita harus mengakui sekarang, market Indonesia terbuka lebar. Pemerintah telah membangun fasilitas infrastruktur yang luar biasa dan mudah-mudahan berpengaruh terhadap penjualan otomotif. Apalagi saat ini penjualan otomotif sudah bergeser keluar daerah di luar Jawa-Bali,” ujar Ketua Umum Gakindo Yohannes Nangoi di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Di sisi lain, pemerintah saat ini mengeluarkan berbagai kebijakan. Salah satunya kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen dan opsen pajak daerah yang akan berlaku pada 2025. Kemudian melanjutkan insentif untuk kendaraan listrik, dan insentif baru untuk mobil hybrid sebesar 3 persen.