Target 850.000 Unit, Penjualan Mobil di Indonesia Baru Mencapai 784.000 Unit

Dani M Dahwilani
Gaikindo catat penjualan mobil turun 14,7 persen, platform digital SEVA menilai penting kolaborasi dalam meningkatkan daya tarik masyarakat membeli kendaraan. (Foto: Dok)

"Kami terus berupaya menghadirkan beragam program guna mendukung pertumbuhan industri otomotif yang saat ini tengah menurun. Selain itu, dengan kemudahan dan fasilitas keuangan dalam pengajuan kredit mobil secara online diharapkan semakin meningkatkan minat masyarakat Indonesia,” ujar Chief Executive Officer SEVA, Handoko Liem dalam keterangan persnya dilansir Jumat (27/12/2024).

Product Division Head SEVA, David Thamrin mengatakan, kendala finansial seringkali menjadi hambatan bagi seseorang membeli mobil baru. Mulai dari uang muka yang besar, proses yang ribet, hingga cicilan yang mahal. 

”Sebagai platform digital yang menjadi jembatan bagi masyarakat untuk membeli mobil kami berkomitmen menghadirkan kemudahan dan beragam program menguntungkan bagi konsumen. Salah satunya melalui Sevaganza,” kata David.

Dia mengungkapkan SEVA menghadirkan berbagai macam tipe dan jenis mobil dari berbagai brand. Di mana mereka bersaing menghadirkan berbagai fitur dan teknologi yang menarik, antara lain Toyota, Daihatsu, Isuzu, hingga BMW, 

Di sisi lain, Gaikindo yakin penjualan mobil di Indonesia pada 2025 kembali mencapai angka 1 juta unit, seperti pada 2022. Keyakinan itu berlandaskan beberapa faktor, dari tren penjualan mobil yang semakin meningkat di luar Jawa-Bali, hingga stabilitas politik nasional.

“Mengenai target satu juta unit. Ya, kita harus mengakui sekarang, market Indonesia terbuka lebar. Pemerintah telah membangun fasilitas infrastruktur yang luar biasa dan mudah-mudahan berpengaruh terhadap penjualan otomotif. Apalagi saat ini penjualan otomotif sudah bergeser keluar daerah di luar Jawa-Bali,” ujar Ketua Umum Gakindo Yohannes Nangoi di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Di sisi lain, pemerintah saat ini mengeluarkan berbagai kebijakan. Salah satunya kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen dan opsen pajak daerah yang akan berlaku pada 2025. Kemudian melanjutkan insentif untuk kendaraan listrik, dan insentif baru untuk mobil hybrid sebesar 3 persen.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
7 hari lalu

10 Merek Mobil dengan Penjualan Terbanyak di Indonesia Juli 2026: Toyota Kokoh, BYD Rebut 3 Besar

7 hari lalu

Penjualan Mobil Nasional Juli 2026 Tembus 81.115 Unit, Naik 33,3 Persen Dibanding Tahun Lalu

20 hari lalu

Penjualan Mobil RI Naik 32,9%, Purbaya Sebut Daya Beli Masyarakat Masih Terjaga

1 bulan lalu

Penjualan Mobil Indonesia Sulit Tembus 1 Juta Unit, Realistis di Kisaran 800 Ribuan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal