“Kalau jumlah mobil ada penambahan dibanding tahun kemarin. Di Hall C3 ada pendatang baru yang pertama kali masuk IIMS 2026, seperti Lepas. Mungkin juga ada brand yang launching iCar,” ujarnya.
Menurut Rudi MF, momentum penyelenggaraan IIMS 2026 yang digelar menjelang bulan puasa dan Lebaran menjadi peluang besar untuk mendorong kebangkitan industri otomotif nasional.
“Kita lihat penjualan 2025 agak menurun di kisaran 800 ribuan unit. Tapi di akhir 2025 trennya terus naik. Dengan momentum IIMS yang digelar sebelum puasa dan Lebaran, kami optimistis,” katanya.
IIMS 2026 akan menjadi etalase berbagai inovasi teknologi, mulai dari kendaraan listrik, hybrid, hingga smart vehicle. Kehadiran teknologi terbaru ini diyakini mampu menarik perhatian pengunjung sekaligus mendorong keputusan pembelian.
Sejumlah merek besar yang telah dikonfirmasi meramaikan IIMS 2026 antara lain Audi, BAIC, BYD, Chery, Changan, Citroen, Mercedes-Benz, DFSK, Ford, GAC, Geely, GWM, Honda, Hyundai, iCar, Jaecoo, Jeep, Jetour, Kia, Lepas, MG, MINI, Mitsubishi Motors, Neta, Seres, Suzuki, Toyota, VinFast, Volkswagen, hingga Xpeng.
“Dengan banyaknya brand yang masuk, pengunjung akan disuguhkan pilihan yang sangat beragam. Ini memperkuat posisi IIMS sebagai panggung utama inovasi dan peluncuran produk otomotif terbaru di Indonesia,” kata Rudi.