Tarik Ulur Kemenperin dan Kemenko Perekonomian soal Insentif Otomotif, Industri Terombang-ambing

Muhamad Fadli Ramadan
Tarik ulur Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Kementerian Koordinator Perekonomian soal insentif Otomotif jadi sorotan. (Foto: Dok)

"Tidak adanya intervensi kebijakan akan membuat tekanan ini semakin dalam, dan efeknya dapat memengaruhi struktur industri secara keseluruhan," ujarnya dalam keterangan pers dilansir Selasa (2/12/2025).

Menurut Febri, banyaknya pameran bukan berarti menunjukkan bahwa industri otomotif sedang kuat. Hal tersebut menjadi upaya produsen dalam negeri dalam menjaga penjualan kendaraan di tengah pasar yang sedang lesu.

"Banyaknya pameran otomotif diberbagai tempat Indonesia juga bukan ukuran industri otomotif sedang kuat. Sebaliknya, banyak pameran otomotif adalah upaya dan perjuangan industri untuk tetap mempertahankan demand ditengah anjlok penjualan domestiknya dan sekaligus melindungi pekerjanya dari PHK," tuturnya.

Kemenperin menegaskan bahwa insentif otomotif menjadi instrumen krusial dalam upaya memulihkan pasar kendaraan bermotor sekaligus menjaga keberlangsungan industri otomotif nasional. 

Febri menyatakan, kebijakan insentif tidak hanya penting bagi pelaku industri, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sebagai konsumen. Menurutnya, insentif akan menciptakan ruang bagi penurunan harga kendaraan, memperbaiki sentimen pasar, serta mempertahankan daya beli masyarakat.

"Walaupun Kemenperin belum merumuskan jenis, bentuk dan target insentif/stimulus, tapi usulannya akan mengarah ke segmen kelas menengah-bawah dan didasarkan pada nilai TKDN," ujarnya.

Gaikindo Serahkan Nasib ke Pemerintah

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto telah menyatakan pemerintah tak akan memberikan intensif untuk industri otomotif pada tahun depan. Ini membuat banyak pihak khawatir pasar akan semakin lesu dan berisiko meningkatkan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Menanggapi itu, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengungkapkan seluruh anggota menyerahkan nasib industri otomotif pada pemerintah. Dia yakin pemerintah akan memberikan regulasi terbaik untuk mendorong penjualan mobil baru.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
Mobil
23 jam lalu

Julian Johan Cetak Sejarah di Rally Dakar 2026, Finish dan Juara di Tiga Kelas

Internasional
2 hari lalu

Kanada Sepakat Pangkas Tarif Kendaraan Listrik China Jadi 6,1 Persen

Mobil
8 hari lalu

Akhir Tahun Jadi Penyelamat, Penjualan Mobil 2025 Tembus 833 Ribu Unit

Mobil
12 hari lalu

Lewat GJAW 2025, BYD Kian Aktif Dukung Industri Otomotif Nasional

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal