Teknologi tersebut diklaim mampu memberikan dorongan ekstra untuk menghasilkan akselerasi ekstrem. Namun, sistem ini memiliki keterbatasan yang tidak bisa diabaikan.
Menurut laporan Top Gear, tangki pada varian Thrust dapat kosong dalam waktu sekitar enam detik dan harus diisi ulang sebelum digunakan kembali. Artinya, kemampuan akselerasi paling ekstrem bergantung pada ketersediaan udara bertekanan, bukan hanya tenaga motor listrik.
Kondisi serupa berlaku pada varian Rocket. Laporan Hagerty menyebut pengisian ulang sistem berkapasitas 600 liter dapat memakan waktu enam hingga tujuh jam. Tesla dikabarkan ingin memangkas durasi tersebut menjadi sekitar 30 menit, tetapi target itu masih perlu dibuktikan.
Jika waktu pengisian ulang tetap lama, penggunaan pendorong untuk akselerasi berulang di lintasan balap tentu menjadi tantangan tersendiri. Meski motor listriknya tetap dapat bekerja setelah tangki kosong, mobil tidak lagi mendapatkan tambahan daya dorong dari sistem tersebut.
Kecepatan Tertinggi
Selain akselerasi, Tesla juga melontarkan klaim kecepatan tertinggi yang tidak kalah fantastis. Dalam pengenalan publik, perusahaan menargetkan Roadster mampu melaju lebih dari 230 mph atau sekitar 370 km/jam.