TKDN Dilonggarkan Kendaraan Impor Serbu Indonesia, Gaikindo: Industri Otomotif Bisa Hancur

Muhamad Fadli Ramadan
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengingatkan pemerintah untuk berhati-hati dalam mengambil langkah kebijakan impor dan TKDN. (Foto: Dok/Daihatsu)

JAKARTA, iNews.id - Tarif resiprokal (imbal balik) yang diterapkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk barang impor ke AS memunculkan kekhawatiran pelaku industri otomotif di Indonesia. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengingatkan pemerintah untuk berhati-hati dalam mengambil langkah.

Jika tidak disikapi dengan benar Indonesia bisa kebanjiran mobil impor. Hal ini diungkapkan Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi dalam konferensi pers GIIAS 2025 di Jakarta, Rabu 16/4/2025).  

Menurutnya, negara yang memilih tidak mengimpor kendaraan ke Amerika akibat tarif tinggi akan mencari pangsa pasar negara lain, termasuk Indonesia yang dinilai cukup besar. Di mana, Trump telah memberlakukan tarif 25 persen untuk industri otomotif bagi kendaraan yang diproduksi di luar AS.  

Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto mengusulkan untuk melonggarkan kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) menyusul tarif resiprokal yang diterapkan Donald Trump. Yohannes Nangoi menilai kebijakan tersebut bisa membuat barang impor dengan leluasa masuk Indonesia dan bisa mematikan industri otomotif Tanah Air.

Dia mengungkapkan industri otomotif Indonesia sudah dibangun puluhan tahun dengan memanfaatkan komponen dalam negeri. "Industri otomotif kita sudah bangun puluhan tahun lho ya. Kita enggak mau industri ini ambruk, nanti ini kita akan koordinasikan dengan pemerintah terkait hal tersebut," kata Nangoi di Jakarta, Rabu (16/4/2025).

Yohannes mengatakan komponen dalam negeri saat ini sudah memiliki kualitas standar internasional. Dia meminta pemerintah benar-benar memikirkan dengan matang dalam membuat kebijakan pelonggaran TKDN.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
Nasional
9 hari lalu

Menko Airlangga Pastikan Tarif Resiprokal RI-AS Turun Jadi 15 Persen

Mobil
12 hari lalu

Agrinas Ungkap Harga Mobil Produksi Dalam Negeri 25 Persen Lebih Mahal dari India, Begini Kata Gaikindo

Makro
13 hari lalu

Ekonom Desak Rencana Impor 105 Ribu Pikap dari India Dibatalkan, Dinilai Ancam Industri Otomotif Nasional

Mobil
13 hari lalu

Butuh 100.500 Unit, Bos Agrinas Sebut Pabrikan Dalam Negeri Hanya Sanggup 45.000 Mobil Pikap

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal