Ketiga, penggunaan lampu sein harus dilakukan dengan benar. Lampu sein menjadi alat komunikasi penting antar pengguna jalan, terutama saat hendak berbelok atau berpindah jalur.
Jangan keliru belok ke kiri nyalakan lampu sein kanan atau sebaliknaya. Penggunaan lampu sein yang benar dapat membantu menekan potensi kecelakaan.
Keempat, kepatuhan terhadap rambu lalu lintas menjadi faktor utama dalam menciptakan ketertiban di jalan. Dengan mematuhi aturan, pengendara tidak hanya menjaga keselamatan diri sendiri, tetapi juga pengguna jalan lainnya.
Agus menambahkan, selain kemampuan teknis, faktor kesadaran dan disiplin juga memegang peran penting dalam berkendara.
“Selain memahami aspek teknis, pengendara juga perlu memiliki kesadaran, disiplin, dan kepedulian terhadap kondisi sekitar. Ketika hal ini diterapkan secara konsisten, maka potensi risiko dapat ditekan secara signifikan dan semangat cari aman dapat benar-benar menjadi bagian dari kebiasaan berkendara sehari-hari,” katanya.
Tak hanya itu, tambah Agus, kondisi kendaraan harus selalu diperhatikan melalui pemeriksaan rutin agar tetap dalam kondisi optimal. Edukasi safety riding bagi perempuan pun terus diperluas melalui pelatihan langsung hingga kampanye digital, guna membangun budaya berkendara lebih aman dan bertanggung jawab.