JAKARTA, iNews.id - Berkendara sepeda motor di tengah paparan abu vulkanik membutuhkan kewaspadaan ekstra. Selain berisiko mengganggu kesehatan, abu vulkanik yang menutupi jalan dapat mengurangi jarak pandang dan daya cengkeram ban sehingga meningkatkan risiko kecelakaan.
Aktivitas vulkanik di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa waktu terakhir kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Abu vulkanik yang terbawa angin dapat menyebar ke berbagai wilayah dan mengganggu aktivitas masyarakat yang tetap harus melakukan mobilitas menggunakan sepeda motor.
Partikel abu vulkanik berukuran sangat kecil sehingga mudah terbawa udara dan berpotensi masuk ke saluran pernapasan. Paparan abu juga dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan.
Dari sisi keselamatan berkendara, abu vulkanik yang menempel atau menumpuk di permukaan jalan juga dapat membuat kondisi jalan menjadi lebih licin. Jarak pandang pengendara bisa ikut terganggu ketika konsentrasi abu di udara semakin tinggi.
“Keselamatan berkendara bukan hanya ditentukan oleh skill, tetapi juga bagaimana pengendara memitigasi dan membaca risiko kecelakaan yang diakibatkan kondisi lingkungan. Saat menghadapi jalan yang terdampak abu vulkanik, pengendara perlu lebih tenang, tidak terburu-buru, dan selalu mengutamakan keselamatan,” ujar Head of Safety Riding Promotion PT Wahana Makmur Sejati (WMS), Agus Sani, dalam keterangan pers, Rabu (9/9/2026).