JAKARTA, iNews.id - Mengetahui jadwal penggantian cairan pendingin menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan pemilik motor, terutama kendaraan yang menggunakan sistem pendingin radiator.
Banyak pengendara masih bertanya, ganti air radiator motor berapa bulan sekali? Cairan radiator tidak cukup hanya ditambah ketika volumenya berkurang. Penggantian secara berkala diperlukan untuk menjaga sistem pendingin tetap bekerja optimal.
Cairan radiator atau coolant memiliki fungsi membantu menyerap panas dari mesin sekaligus melindungi komponen sistem pendingin dari korosi dan endapan. Jika kondisinya sudah menurun, kemampuan cairan dalam menjaga temperatur mesin juga dapat berkurang.
Lantas, kapan waktu yang tepat mengganti cairan radiator dan bagaimana cara menjaga radiator motor tetap awet? Dilansir dari laman Suzuki berikut ulasannya.
1. Gunakan Coolant Khusus, Bukan Air Keran
Pemilik motor sebaiknya menggunakan coolant yang memang diperuntukkan bagi sistem pendingin kendaraan. Penggunaan air keran atau air sumur dalam jangka panjang dapat meninggalkan mineral dan memicu terbentuknya kerak di saluran radiator.