Selanjutnya, setelah lima finalis terpilih, dilakukan pemilihan tahap kedua untuk memilih satu motor terbaik di FMY 2017. Penjurian dilakukan oleh 25 jurnalis yang diseleksi untuk menjadi dewan juri.
Masing-masing juri mendapatkan total 25 poin, dengan kembali memperhatikan aspek desain, kenyamanan, keamanan, nilai ekonomis, handling, performa, fungsional, keramahan lingkungan, pengalaman berkendara, serta harga.
Setelah melewati penjurian yang cukup ketat, akhirnya Honda PCX Hybrid meraih nilai terbanyak, yaitu 141 poin. Selanjutnya, ada Honda PCX (131 poin), Yamaha Lexi (121 poin), Suzuki Nex II (112 poin) dan Kawasaki W175 (100 poin).
Hasil ini menunjukkan jika penilaian berjalan ketat. Distribusi penilaian yang dilakukan dewan juri hampir merata. Honda PCX Hybrid mendapat nilai terbanyak melihat sejumlah aspek: desain yang modern, tenaga yang besar, teknologi hybrid ramah lingkungan, dan skutik hybrid pertama yang diproduksi di Indonesia. Meski demikian ada beberapa catatan terutama harga jual PCX Hybrid yang dinilai masih mahal.
“Beberapa juri menilai langkah PT Astra Honda Motor memboyong Honda PCX Hybrid ini ke Indonesia patut diapresiasi. Perlu edukasi pada masyarakat tentang keunggulan dan manfaatkan teknologi yang diusung,” ujar Raju.