3. Arus Diputus oleh Sistem Pengapian
Ketika tiba waktu pengapian, CDI atau ECM memutus aliran listrik menuju kumparan primer. Pemutusan tersebut berlangsung sangat cepat sehingga medan magnet yang sebelumnya terbentuk mengalami perubahan secara mendadak. Perubahan medan magnet inilah yang memicu proses induksi elektromagnetik.
4. Tegangan Meningkat
Perubahan medan magnet menyebabkan kumparan sekunder menghasilkan tegangan yang jauh lebih tinggi dibandingkan tegangan awal. Jumlah lilitan pada kumparan sekunder yang lebih banyak memungkinkan tegangan meningkat hingga belasan atau puluhan ribu volt, tergantung desain sistem pengapian kendaraan.
5. Tegangan Tinggi Dikirim ke Busi
Tegangan tinggi yang dihasilkan koil kemudian diteruskan menuju busi. Energi listrik tersebut harus sampai pada busi sesuai waktu pengapian agar percikan api muncul ketika campuran udara dan bahan bakar berada pada kondisi yang siap dibakar.
6. Busi Menghasilkan Percikan Api
Tegangan tinggi membuat loncatan listrik terjadi pada celah elektroda busi sehingga menghasilkan percikan api. Percikan tersebut membakar campuran udara dan bahan bakar di ruang bakar. Energi hasil pembakaran kemudian mendorong piston dan menjadi bagian dari proses menghasilkan tenaga mesin.
Ciri Koil Motor Bermasalah
Gangguan pada koil dapat memengaruhi kualitas percikan api pada busi. Sejumlah gejala yang dapat muncul antara lain mesin sulit dihidupkan, tenaga mesin menurun, akselerasi terasa tersendat, hingga mesin mengalami misfire.