Ciri-cirinya dengan menggunakan stang jepit dan ditutupi oleh tameng/ fairing berbentuk bulat jadul , jok rata , postur berkendara nunduk dan konfigurasi jok single seater dengan nuntut tawon. Ubahan modifikasi jenis ini kurang rekomendasi untuk melakukan perjalanan jauh karena posisi berkendaranya yang menyebabkan pegel.
3. Brat Cafe
Insipirasi modifikasi jenis ini hampir sama dengan cafe racer. Namun yang menjadi pembedanya adalah bentuk depanya yang tidak menggunakan fairing bulat seperti cafe racer. Selain itu perbedaan selanjutnya terjadi pada jok belakangnya yang sangat tipis dan rata serta sudah tidak mengadopsi berbentuk buntut tawon. Sisanya bentuk rangka dan dimensi serta kaki-kakinya pun masih sama dengan model caferacer.
4. Bratsyle
Modifikasi jenis ini terinsipirasi dari negeri Jepang, tepatnyadi Tokyo bernama Go Takamine. Sekilas tampilan motor ini mirip aliran boober. Hanya saja pembedanya terletak pada bentuk tangki, stang, ban lebih gendut dan dapat dipakai untuk berbocengan.
5. Scrambler
Bagi Anda penyuka motor klasik yang gemar akan adventure, maka modifikasi kali ini dapat menjadi pilihan untuk Anda yakni aliran scrambler. Aliran jenis ini mendapatkan bentuk yang lebih kompak dengan grond clearance yang tinggi, Ban lebar motif tahu, jok kulit model lapis dan stang tegak yang pas untuk posisi riding jarak jauh.
6. Japstyle
Aliran tersebut merupakan model modifikasi yang cocok untuk motor klasik. Dalam modifikasi ini ada beberapa titik yang mesti dilakukan penyesuaian dengan memangkas chassis dan rangka.