Rem Motor Terasa Berbeda Setelah Perjalanan Jauh, Ini Penyebabnya

Dani M Dahwilani
Berbagai faktor dapat memengaruhi kinerja sistem pengereman, mulai dari panas berlebih hingga keausan komponen selama perjalanan jauh. (Foto: Ilustrasi/AI)

JAKARTA, iNews.id - Sistem pengereman menjadi salah satu komponen paling vital pada sepeda motor, terutama saat digunakan untuk perjalanan jarak jauh seperti touring, mudik, atau perjalanan antarkota. Namun, tidak sedikit pengendara yang merasakan perubahan pada performa rem setelah menempuh perjalanan panjang, mulai dari tuas rem yang terasa lebih dalam, muncul getaran, hingga daya pengereman yang menurun.

Kondisi tersebut tidak boleh dianggap sepele karena dapat meningkatkan risiko kecelakaan di jalan. Berbagai faktor dapat memengaruhi kinerja sistem pengereman, mulai dari panas berlebih hingga keausan komponen yang terjadi selama perjalanan.

Dilansir dari laman Suzuki, salah satu penyebab paling umum adalah overheat atau panas berlebih pada sistem rem. Kondisi ini sering terjadi saat motor melintasi jalur pegunungan dengan turunan panjang dan curam. Kebiasaan menekan rem secara terus-menerus membuat gesekan antara kampas rem dan piringan cakram meningkat sehingga menghasilkan suhu yang sangat tinggi. Akibatnya, efektivitas pengereman bisa menurun atau dikenal dengan istilah brake fade.

Masalah lain yang juga sering muncul adalah vapor lock. Kondisi ini terjadi ketika minyak rem mendidih akibat suhu yang terlalu tinggi dan menghasilkan gelembung udara di dalam sistem hidrolik. Gelembung udara tersebut membuat tekanan rem tidak tersalurkan secara maksimal sehingga tuas rem terasa kosong atau lembek saat ditekan. Dalam kondisi ekstrem, vapor lock dapat menyebabkan rem kehilangan fungsinya.

Selain itu, kampas rem yang sudah aus atau terlalu tipis juga dapat mengurangi kemampuan pengereman. Kampas rem yang menipis membuat daya cengkeram terhadap piringan berkurang sehingga pengendara harus menarik tuas rem lebih kuat untuk mendapatkan efek pengereman yang sama. Jika dibiarkan hingga habis, pelat besi di belakang kampas dapat bergesekan langsung dengan piringan cakram dan menyebabkan kerusakan yang lebih serius.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
Motor
8 hari lalu

Perbedaan Rem ABS dan CBS pada Motor, Mana Lebih Aman untuk Harian?

Motor
1 bulan lalu

Tanda-Tanda Minyak Rem Harus Diganti, Awas Jangan Tunggu Motor Blong!

Mobil
7 bulan lalu

4 Kebiasaan Buruk Ngerem Bisa Bikin Ban Cepat Aus dan Menyebabkan Kecelakaan

Aksesoris
10 bulan lalu

Tanda-Tanda Kampas Rem Habis, jika Muncul Indikator Ini Jangan Ditunda Segera Ganti

Motor
2 tahun lalu

Wacana Motor Wajib Pasang Rem ABS, Begini Tanggapan Honda

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal